Thursday, December 3, 2009

PELUANG BESAR

ternak grass carp di muara Sungai Muncul Rawapening

Lokasi : depan muara Sungai Muncul, mengapa? karena kalau malam kandungan oksigen ditengah rawa akan mendekati 0 disedot tumbuhan air hydrilla sp yang memenuhi hampir 60 persen kolom air rawapening (baca posting bulan november; 'PERANG enceng godok VS ganggang rawa'). Sementara kalau di depan muara Sungai Muncul, yang notabene mempunyai debit air yang besar, kontinyu, jernih dan mempunyai kandungan oksigen larut yang tinggi, ikan grascarp masih akan nyaman dalam populasi tebar padat tinggi dalam karamba. Tidak usah kawatir ikan grass carp nya sekarat mangap2 dipermukaan air pada malam hari karena kehabisan oksigen, seperti nila di karamba2 tengah rawa pening pada malam hari yang pada megap2 mulutnya di permukaan mencari oksigen.

makanan grass carp: namanya juga grass eating carp, ya dikasih rumput rawa aja yang tersedia melimpah, hydrilla tinggal garuk dasar rawa, dalam 5 menit satu karung penuh, gampang, tinggal di lempar dalam karamba, pasti diserbu grass carp yang kelaparan.

Kenapa kelaparan? begini critanya, rupanya kalau ikan itu diberi makan secara teratur dalam jam jam tertentu dan waktu tertenu, misalnya diberi makan tiap 5 jam sekali, tanpa ada sisa makan yang teronggok dikolam, maka ikan akan sangat lapar pada jam makan tersebut, dan ikan akan makan dengan lahap dan kenyang.

Semantara kalau pakan berlebihan maka justru nafsunya menjadi berkurang. Sama hal nya dengan anak kecil, kalau sering ngemil gak jelas di luar jam makan maka anak kecil itu tidak mau makan atau susah makan pada jam makannya, walaupun di suapi dengan kasih sayang di belikan lauk yang enak tetap tidak mau makan.

Namun bila pola makannya teratur, misalnya tiap 6 jam baru makan, dan selama 6 jam itu tidak boleh ngemil makanan yang tidak jelas, pada 6 jam berikutnya pasti dia akan makan dengan lahap, karena jam biologi tubuhnya akan memerintahkannya untuk mengisi perut sekenyang kenyangnya.

Jam makan teratur ini juga akan mengefektifkan pemberian makan pada balita dan tidak akan sering terjadi membuang makanan sia sia karena sudah terlanjur dibuat dan tidak dimakan. Yang sudah punya anak balita pasti tau hal ini. Dan ingat, pola makan teratur ini meningkatkan nafsu makan juga berlaku dalam dunia ikan.

keuntungan; ya jelas lumayan, wong pakan tidak beli, tinggal garuk hydrilla di dasar rawa. Bandingkan dengan ternak lele, dimana konversi pakannya 1:5, atau, untuk membuat lele menjadi berat 1 kilo butuh pelet 5 kilo, misal harga lele 1 kilo = 10.000 dan harga pelet 5 kilo = 12.500. maka petani lele bisa rugi 2500 per kilo kalau hanya mengandalkan pakan pelet, kalupun tidak mengandalkan pelet 100% misalnya mencari pakan pengganti seperti bangkai ayam, keong, tikus mati...... ah susah, ribet, gak make sense untuk di apply sekala bisnis.

Makanya harga pelet naik 250 rupiah aja, petani lele di Kampung Lele, kab. Boyolali gulung tikar. Itulah kalau hanya mengandalkan pelet.

Hal tersebut diatas tidak berlaku buat grass carp!! pakannya gratis, modal tenaga sedikit, garuk hydrilla di sekitar karamba pake garuk matun, lempar hydrilla ke dalam karamba setiap 6 jam sekali, 3 bulan panen, hasil maksimal, modal cekak, setaun panen 4X, kalo stok bibit setiap saat lancar.....

====================================================================================
Kepada para nelayan sekitar muara kali muncul, Selamat menjalankan ide brilyan ini semoga sukses!!!!!
Buat gambul;.... koe rasah melu melu mbul,....ingat.....mangkok e wong rowoboni mbul...

1 comment:

  1. Ide cemerlang nich Mbak Rini......
    Saya jadi mau coba di kolam terpal untuk Iwak Grass Carp !!
    Beli bibit nya kalau yang dekat sama Bedono dimana ya Mbak ??

    ReplyDelete