Wednesday, December 2, 2009

karamba ikan mas tidak cocok di rawa pening

ikan mas tidak direkomedasi untuk di budiyakan di karamba rawa pening
Common Carp are not recommended for introduction

Ikan mas/tombro/waderbang/bader (Cyprinus carpio)pada umumnya dipelihara di karamba sungai maupun di danau pada umumnya di berbagai tempat di Jawa. Budidaya jenis ikan mas menggunakan karamba di rawa pening tidaklah cocok, kenapa?

Budidaya ikan mas di rawapening dengan karamba akan meningkatkan kandungan organik dalam air yang memperkeruh air. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan sinar matahari untuk menembus air dan mengurangi intesitas fotosintesis ganggang dan tumbuhan air lainnya, sehingga mengarah ke penurunan produktifitas rawa, dimana kandungan oksigen air rawa yang disuplay dari alga dan tumbuhan rawa seperti Hydrilla otomatis akan berkurang. Produktivitas sejumlah species juga akan terganggu, dan juga budidaya karamba ikan mas ini akan menghilangkan sumber makanan di bawah atau didasar rawa sekitar karamba. Akan banyak sisa makanan karamba yang jatuh ke dasar rawa, makanan sisa yang tidak terkonsumsi menyebabkan pembusukan, meningkatkan suspensi yang memperkeruh dan mengurangi akses mahatari ke dasar rawa dan ini merupakan sebab utama penurunan oksigen dirawa.


ikan mas termasuk ikan yang membutuhkan oksigen continyu siang dan malam, sementara di rawapening, tinggkat oksigen dimalam hari akan mendekati 0. (baca tulisan bulan november 'PERANG enceng gondok vs ganggang rawapening').
Alasan lain adalah; rawapening pada umumnya dangkal, tidak seperti di waduk Jatiluhur misalnya, karamba di Waduk Jatiluhur umumnya bertingkat, permukaan sama misalnya 7 X 7 meter, tapi jaringnya tingkat 2, jaring yang atas dalamnya 7 meter, sedangkan jaring yang bawah dalamnya 15 meter. Metoda ini efektif, karena pelet keras yang dimuntahkan ikan di jaring atas akan jatuh ke jaring bawah dan dimakan ikan di jaring bawah (ini ceritanya kurekam dari Aries Barlianto Nugroho juragan karamba Jatiluhur waktu iseng jadi tukang picking seismik di pertamina klayan cirebon). Hal ini menjelaskan kenapa ketika dipanen, ikan di jaring bawah lebih besar dari pada ikan dijaring atas. Sementara di rawa pening rata rata kedalaman kurang dari 3 meter....... jaring karambanya tidak bisa di buat tingkat, sehingga akan banyak sisa makanan yang membusuk mengendap dibawah karamba....... piye jal mbul... ternak manuk peruk wae po?

=====================================================================================

Common carp (Cyprinus carpio) are normally reared in cages in rivers and lakes in many parts of Java. This form of aquaculture should not be introduced to Rawa Pening.

The introduction of these fish would lead eventually to an increase in the organic content of the water. This would affect the penetration of light into the water and so reduce photosynthesis. This would lead to a reduction in productivity in the lake. Thus the productivity of several species would be affected. Also, the culture of the fish in boxes cages leads to a loss of fish food on to the bottom of the lake. There is already too much fish food reaching the bottom of the lake and this is one of the major concerns about the low oxygen levels in the water.

No comments:

Post a Comment