Saturday, December 5, 2009

hubungan positif antara produktivitas primer fitoplankton dengan distribusi ikan di ekosistem perairan Rawa Pening

hubungan atara produktifitas primer fitoplankton dengan distribusi ikan di rawapening
abstrak skripsi Diah Hapsari Bayurini, Biology, UNS


Rawa Pening adalah salah satu perairan umum yang mempunyai potensi sumber daya perikanan. Salah satu usaha untuk mengoptimalkan budidaya ikan adalah dengan mengetahui tingkat produktivitas primer fitoplankton, sehingga dapat dipastikan daerah-daerah mana saja yang akan optimal dijadikan tempat budidaya ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara produktivitas primer fitoplankton dengan distribusi ikan di ekosistem perairan Rawa Pening Kabupaten Semarang.

Penelitian ini berlangsung pada bulan Juli-Agustus 2005, dengan menggunakan metode purporsive sampling. Pengamatan dilakukan pada tiga stasiun yang berbeda, yaitu Njalen, Slumbu dan Pengawit. Teknik sampling produktivitas primer, dengan menggunakan botol gelap terang yang diinkubasi pada berbagai variasi kedalaman selama 5 jam, sedangkan teknik sampling ikan dilakukan dengan menggunakan jala tebar dan gill net yang dioperasikan selama 1-2 jam.

Variabel utama dalam penelitian ini adalah tingkat produktivitas primer, jumlah dan jenis ikan yang ada di stasiun pengamatan, sedangkan variabel pendukungnya meliputi kedalaman air, suhu air, CO2 dan O2 terlarut, pH dan kecerahan. Analisa data dengan menggunakan indeks keanekaragaman(H), indeks kemerataan(e), indeks dominansi (C), indeks kepadatan(ID), dan perhitungan hasil inkubasi botol gelap terang (NPP).

Hasil penelitian menunjukkan bawa ada 14 jenis ikan yang terdapat di Rawa pening Kabupetan Semarang yaitu Rasbora lateristriata, Rasbora jacopsoni, Mystacoleusus marginatus, Barbus conchonius, Puntius binotatus, Osteochilus hasseltii, Anabas testudineus, Trichogaster trichopterus, Trichogaster pectoralis, Oreocromis niloticus, Oreocromis mossambica, Trorichthys meeki, Channa melasoma, Aplocheilus panchax. Dan ada 10 jenis fitoplankton yaitu Closterium sp, Cooneis sp, Microcytis sp, Navicula sp, Nitzchia sp, Perinidium sp, Actinastrum sp, Scenedesmus sp, Staurastrum sp, Synendra sp.

Dari hasil analisis diperoleh bahwa keanekaragaman, kemerataan, dominansi ikan tergolong dalam kategori rendah. Sedangkan hasil perhitungan dari inkubasi botol gelap terang menunjukkan bahwa produktivitas primer didaerah Njalen dan Pengawit tergolong tinggi dibandingkan dengan daerah Slumbu.

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara produktivitas primer fitoplankton dengan distribusi ikan di ekosistem perairan Rawa Pening Kabupaten Semarang. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah perlu adanya usaha-usaha untuk menjaga kondisi lingkungan di Rawa Pening agar tidak semakin rusak.

=====================================================================================
Ya benar... di muara sungai njalen memang banyak ikannya, apalagi akhir bulan november dan awal desember, selama 2 minggu nelayan jaring angkat atau branjang di muara njalen bisa dapat ikan gabus 50-80 kilo tiap harinya selama musim moyek, atau musim ikan nilem rawa naik ke sawah untuk bertelur, ikan ikan terakumulasi di muara sungai njalen dan kali torong pada saat itu, sebelum masuk sungai dan masuk kesawah untuk bertelur, atau pulang dari bertelur di sawah, pasti lewat muara kali torong dan kali njalen yang muaranya berdampingan. Pada saat itu pula ikan gabus berkumpul di muara dan berpesta memangsa ikan nilem yang berlimpah, dan pada saat itu pula ikan gabus banyak tertangkap oleh jaring branjang di muara kali torong dan muara kali Njalen.
Komentar gak ada hubungannya dengan penelitian hehe... tapi hasilnya tetap sama, yaitu muara kali njalen banyak ikannya mbul hiha...

No comments:

Post a Comment