Tuesday, December 8, 2009

HIDROPONIK kebun apung rawapening BISA

Ini salah satu contoh dari pertanian rawa hidroponik di Myanmar yang bisa diadobsi untuk meningkatkan potensi rawapening dan menambah penghasilan petani pinggir rawapening, yang sering pening, karena sawahnya sering tergenang luapan rawapening dan tidak produktif.

Ya.. hidroponik bisa di aplikasikan di Rawapening, karena banyak sekali kemiripan antara Rawa Inle, Burma dengan Rawa Pening, dari iklimnya, kedangkalan rawanya juga sama. Sistim pertanian seperti ini sudah ada sejak jaman kuno, dan sudah tidak asing lagi, misalnya hidroponik Suku Aztek di danau Tenochtitlan, hidropnik kerajaan Babylon di Sungai Euphrates, yang masuk dalam seven wonders of the ancient world. Berikut adalah contoh pertanian rawa di Myanmar, di Rawa Inle.

Media tanam hidroponik dibuat dari rakit bambu yang ditutup dengan anyaman bambu, atau kadang cuma dilapisi batang enceng gondok yang ditata melintang terahadap rakit bambu, kemudian diatas anyaman bambu atau alas batang enceng tersebut diberi lumpur campur gambut yang subur dari busukan enceng gondok yang dikeruk dari dasar rawa, ditambah sedikit kapur untuk menetralkan Ph gambut. Rakit hidroponik ini diikat di tiang bambu yang ditancapkan di dasar rawa supaya tidak hanyut terbawa angin.

Hidroponik apung ini bisa dipasang di sekitar karamba atau branjang, daripada yang jaga karamba ngatuk jenuh gak ada kerjaan, waktu luang bisa dilakukan dengan bertani hidroponik, menyiangi gulma, mengikat sulur tomat, dll, sehingga lebih produktif, yaitu menjaga mengamankan karamba, panen ikan dan skalian panen sayuran dan kacang kacangan.

Tanaman yang di budidayakan di kebun apung ini antara lain tomat, kacang kapri, kacang buncis, kacang panjang, kacang gode, labu, berbagai macam sayuran seperti sawi, kangkung akar, bayam, kuban mliwis, kailan dan berbagai macam jenis species bunga potong.

Hasil pertanian hidroponik ini kualitasnya juga hampir sama dengan hasil pertanian darat. Dalam hal teknis, pertanian hidroponik ini kalau sudah berjalan akan lebih praktis daripada pertanian di darat didataran sekitar rawa, dimana problem dataran sekitar rawa adalah, kalau musim kering tanah bisa kerontang retak pecah, harus menyiram tanaman dan kalau musim hujan tergenang luapan rawa. Memang agak ribet pada awalnya, tapi kalau sudah berjalan dan establish akan lebih efisien, sementara pertanian di tanah dataran sekitar rawa, tiap taun akan mengalami 2 siklus yaitu; tergenang luapan rawapening atau banjir dan kekeringan karena susahnya membangun irigasi di dataran skitar rawa.

Memang ide bagus untuk PEMDA atau pihak pihak yang peduli dengan rawapening, dalam menyusun strategi pemberdayaan rawa pening. Namun sebelum dilaksanakan sebaiknya ditelaah terlebih dahulu sisi baik dan buruknya, kalau perlu dilakukan studi kelayakan.

Skilas perkiraan sisi baik dan sisi buruk dari system hydroponik ini, apabila jadi di aplikasikan di rawapening antara lain adalah:

sisi baik;
- peningkatan pendapatan untuk petani skitar rawa pening yang sawahnya sering tergenang luapan pada musim hujan
- pariwisata, seperti di Myanmar, bule-bule suka benget liat kebun apung rawa ini, berkeliaran kesana kemari naik prau, foto-foto hal yang unik tentang hidroponik rawa yang tidak ada di negaranya.
- memberi kesempatan kepada petani buruh yang tidak punya lahan, dapat lahan gratis di atas air tentunya
- pemanfaatan gambut tepat guna, gratis, melimpah, menghasilkan
- memberdayakan lahan pertanina pinggir rawapening yang selalu tergenang luapan rawa setiap musim hujan, yang kurang produktif menjadi menghasilkan, indah rapi dan tertata
- dll

Sisi buruknya antara lain;
- pencemaran pestisida di rawapening akan meningkat tentunya
- konflik dengan pencari ikan
- konflik tata ruang
- mempertinggi evaporasi?
- mempercepat pendangakalan?
- dll....... belum tau.... kalau tidak di studi kelayakan terlebih dahulu, ini baru skilas perkiraan. Piknik dulu lah ke ke Danau Inle, Myanmar untuk studi kelayakan.... bikin anggaran, trus piknik piyeeeeeee.....

Tapi yang jelas, sistim ini bisa diaplikasikan di rawapening, terlepas perhitungan baik atau buruknya terhadap kelangsungan manajemen rawa. Kalau ada 1 orang saja yang memulai dan sukses, pasti akan ditiru dan akan menjamur memenuhi pinggir rawapening, karena sekarang ini banyak sekali petani penggarap yang tidak punya lahan.

Gambar gambar; sistim hidroponik rawa atau kebun apung di Rawa Inle, Birma, eksotik banget, sexy indah menggoda turis untuk singgah disana untuk sekedar hilir mudik di rawa sambil foto-foto atau ikut manen tomat, sangat asri dan tertata rapi.



10 comments:

  1. very interesting for me... i like this.
    banyk cara yg boleh digunakan dalam pertanian

    ReplyDelete
  2. wah ternyata tanaman tomat bisa d tanam d atas air

    bagus ne... jadi bertambah ilmu qw

    ReplyDelete
  3. wah joss lek . . artikel yang menarik
    besok buat ahhhhhh

    ReplyDelete
  4. Minta izin ngambil foto buat tugas sekolah.

    ReplyDelete
  5. bagi yg membutuhkan bibit azolla, insyaallah kami bs bantu.. hub. o857 1790 7467, 0823 3234 8282

    ReplyDelete