Friday, December 4, 2009

bandeng tawar & udang galah cocok di rawapening

Petani Tambakrejo Ambarawa Panen Bandeng Air Tawar & Udang Galah

AMBARAWA - Masalah kelebihan air di area pertanian pada musim hujan banyak dimanfaatkan petani di Tambakrejo, Tambakboyo, Ambarawa, Kabupaten Semarang dengan membuat usaha tambak ikan dan udang, awal tahun ini. Alhasil, bulan ini, 20 petani yang tergabung dalam Paguyuban Adil Makmur itu memanen aneka ikan bandeng air tawar, nila, karper, dan mujahir yang mereka tebarkan pada Februari lalu. Mereka juga sukses dengan memperoleh hasil budi daya udang galah.

Terobosan baru yang didukung Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Semarang itu cukup menggembirakan petani. ''Pada musim hujan kami tidak bisa menanam padi karena air dari Rawapening meluber dan merendam sawah. Akhirnya kami sepakat membuat tambak dengan bantuan bibit ikan dan udang dari Pemkab,'' kata Darmo Marimin (80), anggota Paguyuban Adil Makmur, kemarin. Awalnya dia ragu apakah bandeng bisa hidup di air tawar. ''Ternyata bisa,'' imbuh Marimin.

Dia menjelaskan, memasuki musim kemarau yang ditandai dengan surutnya air di area persawahan, para petani mulai menanam padi di lahan bekas tambak tersebut. Dengan adanya tambak, petani tidak lagi pening memikirkan pasang surut air dari Rawapening. Mereka seolah-olah mengikuti ''bahasa alam'' danau legenda tersebut.

''Selama ini dari lahan sawah, kami hanya panen padi setahun sekali. Pada musim hujan praktis tidak bisa menanam karena sawah kami dipenuhi luberan air dari rawa,'' imbuh Ketua Paguyuban Adil Makmur, Sugiyardi. Ada empat hektare lahan sawah milik 20 anggota kelompok tani yang digunakan untuk membuat tambak tersebut.

Kali Pertama

Kepala Disnakan Ir Bambang Triwahono MM menjelaskan, lahan yang mangkrak di pinggiran Rawapening bisa digunakan sebagai tambak untuk meningkatkan perekonomian warga. Didampingi Kepala Bidang Produksi Perikanan Ir Nurhadi Subroto, dia menjelaskan, ada sekitar 500 hektare lahan yang tidak dimanfaatkan.

Dia mengatakan, dinasnya akan berupaya memberikan bantuan benih dan modal dengan bunga lunak untuk dikelola paguyuban tersebut.

Nurhadi menambahkan, bantuan benih bandeng yang ditebar sekitar 20.000 ekor. ''Hasil panen bandeng air tawar usia empat bulan adalah 8-12 ekor per kilogram dengan harga Rp 7.000.''

Dalam sejarah, menurut dia, di kabupaten itu baru kali pertama budi daya bandeng air tawar dilakukan. Dia menambahkan, udang galah yang ditebar di area tambak sekitar 10.000 ekor dengan hasil menggembirakan. ''Panen udang ini sangat bagus, yaitu 15-20 ekor per kilogram dengan harga Rp 40.000 - Rp 50.000/kilogram. Tingkat kematian hanya 20% dari jumlah yang ditebar,'' tutur Nurhadi. (H14-37n)
sumber; http://www.suaramerdeka.com/harian/0607/28/kot30.htm

gambar; induk udang galah & rekor bandeng kawak berumur lebih dari 6 tahun, di arak keliling kota dalam festival lomba bandeng kawak sidoarjo.

No comments:

Post a Comment