Thursday, November 19, 2009

PERANG enceng gondok vs ganggang rawapening

rawapening. Kajian tentang keberadaan enceng gondok atau bengok di rawapening perlu dilakukan. Untuk sementara ini saya coba menulis dari dua aspek, pertama dari sisi fungsi enceng gondok dalam perannya sebagai bagian dari ekosistim rawa, dan yang kedua dari segi efek yang ditimbulkan oleh keberadaan enceng gondok, segi baik dan buruknya bagi sekitar 3000 nelayan yang menggantungkan hidupnya dari rawapening.

Pertama. Enceng gondok adalah tumbuhan air yang pertumbuhannya sangat pesat, bila dibiarkan maka akan menutupi seluruh permukaan rawapening dan tidak akan menyisakan space untuk nelayan melemparkan jala maupun memasang jaring. Untung sekarang banyak nelayan yang berubah profesi sebagai pencari enceng gondok untuk bahan kerajinan, sehingga membantu mengontrol pertumbuhan enceng gondok. Enceng gondok mempunyai akar yang menggantung didalam air dan merupakan tempat persembunyian yang ideal buat jenis juvenil anak udang untuk menghindar dari pemangsa. Selain juvenil anak udang juga banyak juvenil anak ikan yang berlindung dari predator diantara akar enceng gondok ini. Memang juvenil ikan dan udang sukanya mencari makan didekat permukaan. Jadi akar enceng gondok ini membantu meningkatkan prosentase keselamatan regenerasi ikan dan udang. Sementara di permukaan enceng gondok menjadi surga bagi burung untuk mencari makan dan bersarang.
Regenerasi enceng gondok yang cepat juga diikuti dengan umurnya yang pendek, enceng yang mati akan terendapkan di dasar rawa menjadi gambut. Dan laju pengendapan gambut di rawapening ini juga relatif tinggi bila dilihat dengan skala waktu geologi, untuk mendangkalkan sebuah rawa. Untungnya lagi sekarang banyak nelayan yang mengambil gambut untuk pupuk sehingga membantu mengurangi laju pendangkalan.

Enceng gondok ini sering membuat koloni yang kuat dan luas, saling mengikat, kadang ada gambut yang naik kepermukaan disebabkan kandungan gas metan, terikat oleh akar enceng gondok dan membentuk seperti pulau enceng gondok yang apabila diinjak orang tidak tenggelam. Koloni enceng gondok ini sering terbawa angin musiman kemana angin mengarah dan menabrak menghacurkan semua yang dilewati, seperti branjang, karamba, jaring, gubuk semuanya ambruk diterjang masa enceng gondok yang masiv dan luas didorong oleh angin yang kuat.

Terkadang ada perahu orang mancing yang terjebak dijepit enceng gondok, pernah tetanggaku Mas Kasri maniak mancing, mancing pas musim angin, tiba-tiba terjepit di tengah tengah 2 koloni besar enceng gondok yang luas, yang berjalan terbawa angin, terperangkap sampai 3 hari 3 malam tidak bisa lepas dari enceng gondok, tau tau sudah ditengah-tengah eceng gondok, berteriak teriak sampai capek tidak ada yang mendengar, akhirnya menangis sambil narikin enceng gondok satu persatu. Padahal Mas Kasri itu preman, badan bertato hihe.... nangis juga sama enceng gondok. Makanya kalo mancing pas musim angin jangan ke tengah, lihat kanan kiri, ojo mandeng iwak wae mbul!!!

Satu hal yang sering luput dari pengamatan dan pertimbangan ekologis tentang keberadaan enceng gondok adalah adanya ganggang rawa(Hydrilla verticillata). Ganggang rawapening ini juga mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat dan super ekspansive, tidak kalah dengan enceng gondok. Sebabnya adalah memang merupakan jenis ganggang super ekspansive dan sebab kedua adalah kejernihan dan kedangkalan rawa yang menyebabkan intesitas cahaya matahari membantu maksimal pertumbuhan ganggang ini. Bagi yang pernah memelihara jenis cabomba aquatica di aquarium akan tahu berapa pesatnya pertumbuhan jenis ganggeng ini, aku dulu pernah juag memelihara di akuarium, tak kasih lampu, luar biasa, tiap minggu aku harus ngobok obok akuarium untuk memotongi, membuang dan mengatur ulang tanaman ini di akuarium, karena kalau tidak, dalam 2 minggu akuariumku sudah penuh dengan ganggang ini. Makanya jenis ganggang ini tidak dirokemendaiskan untuk tanaman hias akuarium, karena kecepatan tumbuhnya yang luar biasa.

Pernah suatu kali aku berenang di rawapening, kaki tidak leluasa berenang karena tersangkut sangkut ganggang jenis Hydrilla. Saya chek kedalaman air memakai galah dayung bambu sekitar 4 meteran, dan ganggan ini tumbuh sampai 30 cm dari permukaan. Bayangkan bahwa dasar rawa pening adalah sebuah hutan ganggang yang rapat dengan panjang sulur-sulurnya sekitar 4 meteran, dengan cabang yang lebat. Untuk ada enceng gondok yang menutupi hampir separo rawapening sehingga membantu menutupi ganggang dari matahari, sehingga membantu mengontrol isi rawa dari keganasan ganggang ekspansive ini. Ganggang dijumpai tumbuh pesat di rawapening, terutama dangkalan yang jarang tertutup enceng gondok.

Bayangkan jika 90% kolom air rawapening dipenuhi ganggang ini, kemudian pada malam hari ganggang ini akan menghisap habis kandungan oksigen di rawa pening!!! mau kemana ikan mencari oksigen, untung ada enceng gondok, yang membantu membunuh ganggang super ekspansive ini, dengan menutup akses matahari ke dalam air.

Kalau tidak ada enceng gondok, mungkin rawapening sudah penuh dengan ganggang ini, dan ikan rawa hanya akan didominasi ikan labirin yaitu betok, gabus (betik & kutuk) dan ikan yang mengambil oksigen ke permukaan, yaitu sepat (iwak idolamu kabeh mbul...). Mujair akan musnah, grascarp, tawes tidak bisa hidup kalau malam hari oksigen habis oleh disedot ganggang, memang sih.... kalau siang memproduksi osigen, tapi kalau malam menghabiskannya. Sekali lagi 'untung ada enceng gondok'

Gambar;
kiri; Cabomba aquatica, menyukai tempat berarus dan jernih seperti di depan muara kali muncul
kanan; Hydrilla verticillata, mendominasi hampir 90% dasar rawapening

Memang enceng gondok ini banyak dikeluhkan oleh pencari ikan dan para pemilik keramba. Kadang kalau lagi musim angin, enceng gondok yang membentuk koloni besar dan luas ini akan berjalan tertiup angin dan akan menerjang dan menghancurkan apa saja yang dilwati, termasuk branjang dan karamba. Selain itu juga menutup akses menuju karamba dan branjang, serta menghilangkan space untuk menjala, memasang jaring, memasang icir dan juga bagi pemancing akan kesusahan menuju spot terdalam yang banyak ikannya.

Ya sudah daripada pusing pusing memikirkan bagaimana caranya menghilangkan enceng gondok di rawa, isu-nya butuh dana 900 Milyar untuk membersihakan enceng gondok, mending ditata aja pertumbuhan enceng gondok ini dan sukuri aja keberadaan enceng gondok hiha.....

gambar; ilustrasi ikan rawa pada siang hari dimana air kaya oksigen, dan ikan pada malam hari kita oksigen air rawa habis disedot ganggang rawa hydrilla (From Junk et al., 1997), dari gambar tersebut menunjukkan bahwa jenis ikan labirinlah yang akan sangat survive dirawa (betok, gabus, sepat), ini menjelaskan mengapa ikan nilem rawa atau wader ijo hanya mengumpul disekitar mata air rawa yang kaya oksigen seperti bukit cinta atau di muara kali muncul yang kaya oksigen. Menjelaskan juga kenapa ikan tawes dan grascarp tidak mau tinggal dirawapening, karena tawes, grasscarp, serta tombro adalah ikan yang membutuhkan oksigen tinggi baik siang maupun malam. Ikan ikan jenis ini hanya ada didepan muara sungai muncul, atau disekitar rawa yang dalam dan sering tertutup enceng gondok, yang tidak ditumbuhi ganggang yang menghabiskan oksigen pada malam hari.

gambar; tabel kandungan oksigen rawa VS jam (From Jedicke et al., 1989), menunjukan penurunan kadar oksigen yang sangat drastis pada jam 9 malam, dan pucaknya jam 6 pagi, hanya ikan labirin (ikan gabus, betok, sepat) yang mampu bertahan dikondisi yang hampir zero oksigen ini, ikan nila kalau malam akan mengambil oksigen kepermukaan, capek kasihan. Ini menjelaskan kenapa karamba nila di rawa pening ikannya susah besar, walaupun diberi porsi makan sama dengan ikan nila yang dipelihara di karamba kedung ombo, yaitu; ikan karamba rawa pening kalau malam kecapekan megap megap dipermukaan mencari oksigen, stress sehingga susah besar. Kalau ikan di luar karamba mungkin bisa lari ke daerah mata air rawa atau di muara sungai muncul yang kaya oksigen dimalam hari, tapi kalo yang dikaramba? kasihan memang nasib ikan karamba rawapening, yang pemilik karambanya tidak tahu dimana seharusnya memasang karamba. Yaitulah konsekwensi dari rawa dangkal, jadi habitat hydrilla yang haus oksigen dimalam hari, tapi lumayan hampir 60% permukaan rawa ditutup enceng gondok, yang membantu membatasi perkembangan hydrilla dengan menutup akses sinar matahari ke dasar rawa.

jadi point yang bisa di ambil adalah;
- enceng gondok mengotrol pertumbuhan ganggang rawapening hydrilla sp,
- enceng gondok secara tidak langsung memperbaiki kandungan oksigen rawa dimalam hari,
- rawa pening adalah jenis rawa dangkal, dimana merupakan habitat ganggang hydrilla & cabomba sp (penyedot habis oksigen air rawa dimalam hari)yang bisa mendominasi dan memusnahkan habitat ikan pelagis non labirin kalau permukaan rawa tidak ditutupi enceng gondok untuk menutup akses matahari yang dibutuhkan ganggang hydrilla untuk berkembang biak
- rawa pening pada umumnya kurang bagus untuk karamba (realita menjawab),
- kandungan oksigen dalam air di rawapening habis dimalam hari
(rini ml)

2 comments:

  1. ganggang rawa bisa untuk pakan entog... klo rawanya dekat rumah saya pasti saya panen tiap hari tuh ganggang jadi pakan gratis entog ...

    ReplyDelete