Sunday, November 22, 2009

enceng gondok menerjang karamba rawapening

nelayan rawapening belum bisa mencari ikan
jutaan ikan di rawapening mati

bawen - Nelayan di pinggir Danau Rawapening tepatnya di Dusun Sumurup, Kelurahan Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, hingga kemarin belum bisa mencari ikan di tengah rawa. Pasalnya, barisan eceng gondok masih mengepung danau tersebut.

Tak hanya nelayan, petani karamba juga mengalami kegetiran yang sama. Tak kurang jutaan ikan baik yang ada di karamba mati. Padahal, ikan-ikan tersebut sudah siap panen.

Seperti yang dialami Subari (55), ikan yang berada di sembilan (dari 12) karambanya, mati. Ikan yang mati tersebut jenis Bawal, Nila, dan Grasscarp.

''Kematian ikan secara bertahap Minggu (25/ 3) dan Senin (26/ 3). Ini disebabkan perpindahan eceng gondok dari Tuntang dan Banyubiru terbawa angin kencang ke sini,'' kata dia, kemarin. Ditemui saat mengambil sisa ikan yang tewas, Subari mengaku menderita kerugian hingga Rp 45 juta. Selama tujuh tahun menggeluti usaha budidaya ikan di karamba, kejadian hebat baru dialaminya hari-hari kemarin. ''Padahal ikan yang mati sebagian sudah berumur lima bulan atau siap panen,'' ungkap pria yang biasa disapa Pak Rabun ini.
Ia menjelaskan, ada lebih dari seratus pengusaha ikan karamba. Menurutnya, ia menderita kerugian sekitar 27.000 ikan di sembilan karamba. Sehingga lanjutnya, diprediksi ada jutaan ekor ikan yang tak bisa bertahan hidup akibat bau busuk eceng. ''Belum lagi petani karamba di Tambakrejo Ambarawa juga mengalami hal ini,'' ungkapnya.

Harga ikan yang telah mati tersebut tentu turun secara drastis. Biasanya, Subari bisa menjual dengan harga Rp 8.000/ kg, kemarin hanya Rp 2.000/ kg. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengatasi persoalan eceng gondok yang sangat meresahkan warga di sekitar danau.

Pemprov Kalah

Ketua Paguyuban Tani Sedyo Rukun Kasiyan menegaskan kegiatan Forum Rembug Rawapening disudahi saja jika tidak ada hasil yang nyata.

''Saya malu selalu diundang membahas permasalahan eceng gondok tapi tidak ada solusi nyata. Masak Pemprov dan Pemkab kalah sama eceng gondok?'' tandas Kasiyan, kemarin. Persoalan di rawa tersebut, lanjut dia, sangat kompleks dan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Jika rawa tertutup eceng pekerja pencari kompos di Sumurup, Asinan, Bawen, juga tak bisa ke tengah danau.

Karena tergilas eceng peralatan nelayan seperti branjang dan icir penangkap udang rusak. ''Karamba juga banyak yang rusak diterjang eceng gondok yang disapu angin kencang beberapa malam lalu,'' tutur Kasiyan yang merangkap Komandan Satgas Rawapening.

Ia menjelaskan, ikan grasscarp atau ikan lembu pemakan eceng sulit diterapkan karena banyak yang diambil dan dipancing warga sekitar.

''Taruhlah ada ratusan orang dalam sehari yang memancing di sini. Dan kemungkinan setiap hari ada ikan lembu yang tertangkap, lama kelamaan habis,'' jelas dia. (H14-16)
SUARA MERDEKA
Rabu, 28 Maret 2007 SEMARANG

1 comment:

  1. neng...tinggal di daerah ambarawa ya? bisa bantuin ak ga, mau pkl tentang eceng gondok ni di rawa pening. oya ak hengki hengkifebrianto@ovi.com

    ReplyDelete