Thursday, May 13, 2010

pindah

mas mas tukang gogoh iwak, MaMan maniak mancing dan anggota LKMD (Lali Karo Manuke Dewe alias nggucel iwak terus) yang terhormat semuanya.....
sekarang sy pindah ngeblok di sini lho..http://my-dreamboat.com/..monggo silakan di nikmati.....i lop yu pulll

Wednesday, February 10, 2010

JJS di pinggir rowopening

Gerimis kecil kadang berhenti sebentar dan gerimis lagi, sudah 3 jam langit masih gelap, jalan jalan naik motor keliling rowo ngampin pake mantol suwek, trus bablas ke ambarawa turun ke museum kereta, ke arah rumah sakit, trus.......akhirnya nongkrong di warung pinggir kolam bejalen, liat empunya warung lagi mbungkusin telur ikan nilem pake daun pisang, katanya telur ikan nilem 1 kilo, plus parutan kelapa muda 1 biji, bumbu bawang tumbar uyah. Setengah jam lagi mateng mas, katanya.

Nunggu pepes telur ikan nilem mateng, ku tinggal sebentar lihat-lihat suasana pemandangan sekitar bejalen yang indah sambil nggado ikan gabus goreng, pandangan lepas, di arah timur rawapening yang dikelilingi perbukitan lipatan bawen-tuntang-sembir. Di sebelah selatan nampak gunung merbabu telanjang terlihat sampai kakinya, dan di sebelah barat nampak gunung gajah mungkur dibawah gunung telomoyo dan punggungannya yang melingkar sampai pinggir rawapening, kemudian di sebelah utara berdiri kokoh gunung ungaran dan bandungan di lerengnya.

Dipinggir warung kulihat 2 icir besar berisi 20 ekoran ikan gabus ukuran lebih dari 1 kg per ekor. ' E..Pak iwak Dleg e di dol pora? tak boronge entuk?' wis kangen aku dleg bumbu kuning. 'Wah.. kui pesenan e, pesenane restoran wong kudus, pendak minggu wonge rene', jare. Mesake ngko nek wis adoh2 sko kudus rene kecelik, kuciwa berat......Nang kudus iwak dlek di gawe pecel dleg nang restoran', jarene sing nduwe warung.

Jadi ingat kemaren, di bukit cinta ngobrol sama tukang branjang, katanya barusan dapat order ikan gabus 100 kilo per minggu, dan sekarang dia kewalahan, lagi tidak musim ikan gabus katanya. Padahal harga ikan gabus di tingkat nelayan rowopening sekarang 25 rb, 2X lebih mahal dari ikan nila. Brarti seminggu dapat order 2.5 juta untuk ikan gabus.... out of order.


Kalau pesan anakan ikan gabus, nanti bulan maret-april katanya...... pesan berapapun akan dilayani... 10000 OK', kata tukang branjang bukit cinta. Pada bulan maret-april anakan ikan gabus mudah ditangkap pakai seser di sawah2 pinggir rawa, ukuran sudah sebesar kelingking sudah mau di sapih induknya, anak ikan gabus biasanya bergerombol di asuh induknya, mereka mencari makan di sawah-sawah yang tergenang, dan biasanya di dapati disekitar tumpukan jerami yang membusuk, kaya plankton.

'Gilo pepes ndoge iwak e wis mateng', jare sing duwe warung. 'Ndi go rene', Langsung tak serbu... Jan goyang lidah, telur ikan nilem memang enak gila, enak pol, gurih bajingan, 'Tak borong kabeh pak' haha...

update berita kolam bejalen

Tiga minggu yang lalu nongkrong dimuara kali Njalen, lihat kolam yang dikelola kelompok nelayan Bejalen, total ada 10 kolam, kolamnya luas dengan tinggi tanggul 1.5 meteran, 5 kolam masing-masing kolam ukurannya skitar 80 X 70 meter, sedang 5 kolam lainnya ukurannya lebih kecil. Kolamnya nganggur semua, bekas ditanami padi.

Dari hasil interview dengan salah seorang anggota yang kebetulan lagi nongkrong disitu, katanya tiap kolam di kelola oleh 5 annggota, dan kolam itu dibiarkan nganggur disebabkan kemarin pas musim kemarau kolamnya kering, air sungai kali torong tidak bisa masuk dan akhirnya ditanami padi, dan sebagian disewakan 1 musim padi 500 rb (6 bulan).

Sementara itu pada awal musim hujan kolam terisi air, tapi kelompok pengelola kolam tidak berani menebar benih ikan, karena nanti pada akhir puncak musim hujan sekitar bulan maret, air rawapening akan meluap melebihi tinggi tanggul kolam yang 1.5 meter tersebut. Hal ini sudah terjadi 3X berturut turut, dan ikan di kolampun dengan suka cita melarikan diri ke rawapening, kelompok nelayan cuma bisa pasrah menerima nasib.

Dari pengalaman itu, maka mereka berniat menebar benih ikan setelah puncak luapan rawapening, yaitu sekitar akhir bulan maret. good luck.

Kolam yang paling depan pinggir rawa, air rawa di biarkan masuk sehingga banyak ikan liar yang menghuni kolam depan, dan katanya kemarin ketika membersihkan kolam dari ikan liar, diperoleh ikan liar sebanyak 2 kwintal, laku 1.5 jt.

Wednesday, December 23, 2009

gogoh iwak nang rowopening

Gogoh iwak pada saat musim moyek (musim ikan nilem rawapening naik ke sungai trus masuk sawah untuk bertelur) di sekitar muara sungai njalen, yang banyak ditumbuhi rumput Typha (suket glagah rowo). Rasakan sensasi ditabraki jutaan ikan nilem yang bermigrasi lewat muara kali jalen dan muara kali torong, menuju sungai dan masuk ke dalam sawah di sekitar sungai, untuk memijah dan bertelur. Kapan?; sekitar pertengahan bulan november, bisa sampai awal desember, tergantung ada tidaknya hujan panjang berturut-turut lebih dari 5 jam. Moyek ini di tandai hujan lebih dari 5 jam pada sehari sebelumnya, peristiwa moyek iwak ini bisa berlangsung selama 3 hari.



Pingin info lebih jelas tentang Moyek, baca di ; http://moyek.blogspot.com/

Sunday, December 13, 2009

panen protein 9 ton per hektar per tahun !!!!!

Azolla spp.

Lha ini... satu lagi makalah menarik dari FAO, membahas tentang tumbuhan air jenis azolla, yang banyak tumbuh di sawah-sawah tergenang sehabis panen atau di rawa-rawa kecil sekitar rawapening, seperti rawa mbalong ngampin, rawa mbalong pengkol, rawa balong setro, dan sawah-sawah lumpur dalam yang tidak bisa ditanami padi.

PhotobucketPhotobucket
Azolla ini mempunyai kandungan crude protein tinggi, yaitu 24%!!! sangat tinggi bukan???........Ini berita bagus..... daripada azolla cuma ditumpuk dipematang atau dihanyutkan ke irigasi, lebih baik dibawa pulang buat campuran pakan ternak, seperti bebek, angsa, ayam, kambing, sapi atau dilempar ke kolam grass carp dan tawes.

Untuk yang pingin serius memanfaatkan azolla, misalnya untuk bahan pelet ikan atau pelet unggas; katanya peneliti FAO, azolla dalam 7 hari beratnya bisa menjadi 2 kali lipat, 1 hektar permukaan air bisa menghasilkan 9 TON PROTEIN per tahun. Lumayan..... eh bukan lumayan lg tuh!!! sumber protein melimpah biaya murah....... kalo mau serius usaha pelet, sawahnya gak usah tanami padi lg, dirubah aja jadi kolam azolla tuh.....

Azolla ini bisa juga dijadikan pupuk untuk padi disawah, karena kandungan Nitrogennya yang tinggi, bisa berfungsi seperti urea. Yaitu dengan cara dibenamkan atau pada saat membajak sawah, air sawahnya dibuang dulu, supaya azolla nya ikut terbalik bersama lumpur dan terpedam menjadi pupuk.

Ayo segera manfaatkan protein gratis dan berlimpah ini untuk ternak kalian, sekarang ini, orang lagi gencar-gencarnya mencari sumber protein yang murah dan melimpah. Lihat aja harga pelet ikan yang sumber proteinnya dari tepung ikan....... harganya sudah tembus Rp 5000 per kilo, ikan kok makan ikan........ pantesan ternak lele pake pelet pabrik gak ekonomis.

berikut cuplikan berita penelitian dari badan pangan dunia FAO;

Six tropical and warm species (A. filiculoides, A. pinnata, etc.). The aquatic fern Azolla contains a symbiotic, heterocystous, blue-green alga, Anabaena azollae within cavities in its leaves. By the process of nitrogen-fixation the alga is capable of fulfilling the N requirements of the association.

An Azolla plant consists of a short, branched, floating stem, bearing roots which hang down in the water. Each leaf is bi-lobed, the upper lobe containing green chlorophyll while the lower lobe is colourless. Under certain conditions, an anthocyanin pigment, also occurs giving the fern a reddish-brown colour. This is particularly associated with over-fertilization of ponds, pollution and excess sunlight. Shaded conditions are preferred to full exposure to tropical sunlight.

The plant is highly productive with the ability to double its weight in 7 days. It can produce 9 tonnes of protein per hectare of pond per year. It is used as green manure (in rice paddies), stock feed and for controlling mosquitoes by blocking water-surface. Because the fern can form dense mats on water surfaces, it is classified as a water weed in many areas.

Azolla has reportedly been used as a feed for pigs and ducks in SE Asia; for cattle, fish and poultry in Vietnam; and for pigs in Singapore and Taiwan. It is described as an excellent substitute for green forage for cattle in Vietnam and may replace up to 50% of the rice bran used as feed for pigs in that country.

Although very low in DM, it contains a high level of protein (24% Crude Protein). The amino acid composition of Azolla compared well with reference protein sources. Methionine is low, as with many leaf proteins, but the value for lysine is more than twice that of corn.

As a supplement for growing pigs, performance was reduced compared to controls in the growing phase but the animals compensated and grew faster in the period from 24-89 kg. It has been used as a sole feed for lactating sows which have a higher intake to deal with the low DM content.

Ducks (650-1800g LW) consumed 350g Azolla when given free-choice with sugarcane juice and soya (about 5% of the diet). It is also used for grazing ducks and geese in paddy fields where the Azolla is used as a fertilizer.
source; http://www.fao.org/ag/AGa/AGAP/FRG/AFRIS/DATA/558.htm

ahli azolla berkata;
Azolla can grow very well in between 25 to 30 degree celcius.Growth will retard below 10 degree celcius.For growth of azolla 50% shading net (green colour)is useful in Maharashtra ,Karnataka and in AP. For one cow,6 sq mt azolla bed can provide 3 kg azolla per day.Azolla can be given @ 10% of concentrate on dry matter basis.Azolla contains 90% moisture and 10 % dry matter.For 35 cows ,the area required for azolla is 210 sq.meter to provide 3 kg azolla per cow per day.This information is based on work experiments with farmers.

bagi yang mau belajar komplet ttg azolla dan tetek bengeknya ada di Humanity Development Library, link ttg azolla;
http://nzdl.sadl.uleth.ca/cgi-bin/library.cgi?e=d-00000-00---off-0hdl--00-0----0-10-0---0---0direct-10---4-------0-1l--11-en-50---20-about---00-0-1-00-0-0-11-1-0utfZz-8-00&a=d&c=hdl&cl=CL1.10&d=HASHdef7cdefa42f3a2a3a9a85.2
















Saturday, December 12, 2009

kandungan protein azola & salvinia tinggi

gambar: salvinia
Nutritional value of aquatic ferns (Azolla filiculoides Lam. and Salvinia molesta Mitchell) in pigs//24 Jun 2009

Aquatic ferns (AFs) such as Azolla filiculoides and Salvinia molesta are grown on swine lagoons in the tropics and used to feed pigs. The present work aimed to determine their nutritional value.


Azolla samples collected in Colombian pig farms contained from 184 to 317 g crude protein/kg DM, 469–620 g NDF and 98–145 g ash. Those of Salvinia contained from 112 to 169 g crude protein/kg DM, 518–629 g NDF and 161–232 g ash.

The content in all macro- and micro-minerals were high and exceeded the pig's requirements expressed per kg diet. The proteins of the two species presented a similar amino acid profile and contained from 47 to 53 g lysine/kg protein, 11–17 g methionine, 53–55 g threonine and 14–15 g tryptophan. A digestibility study in 60 kg pigs was carried out with diets containing maize, soybean meal, minerals and 0, 125 or 250 g AF/kg diet. The weight and length of the digestive organs was also measured. The presence of AF decreased the faecal digestibility of crude protein, NDF and gross energy of the diet (P<0.001).

The ileal protein digestibility decreased (P=0.03) with the increase in AF level in the diet. The digestible energy content per kg AF, calculated by difference between the basal diet and that of the diet containing 125 g AF/kg was 10.76 MJ/kg DM for Azolla and 6.58 MJ/kg DM for Salvinia. AF intake did not affect the gastrointestinal tract, with the exception of an increase in the length and weight of the colon of pigs fed 250 g AF/kg diet (P<0.01). In conclusion,Azolla and Salvinia are good sources of minerals and essential amino acids but their interest is limited in pig production by their low digestible energy and protein content.

source; http://www.vetsweb.com/pigs/nutrition/feed-additives/nutritional-value-of-aquatic-ferns-azolla-filiculoides-lam-and-salvinia-molesta-mitchell-in-pigs-147.html

gambar: azolla & salvinia yang mengandung protein tinggi





Tuesday, December 8, 2009

HIDROPONIK kebun apung rawapening BISA

Ini salah satu contoh dari pertanian rawa hidroponik di Myanmar yang bisa diadobsi untuk meningkatkan potensi rawapening dan menambah penghasilan petani pinggir rawapening, yang sering pening, karena sawahnya sering tergenang luapan rawapening dan tidak produktif.

Ya.. hidroponik bisa di aplikasikan di Rawapening, karena banyak sekali kemiripan antara Rawa Inle, Burma dengan Rawa Pening, dari iklimnya, kedangkalan rawanya juga sama. Sistim pertanian seperti ini sudah ada sejak jaman kuno, dan sudah tidak asing lagi, misalnya hidroponik Suku Aztek di danau Tenochtitlan, hidropnik kerajaan Babylon di Sungai Euphrates, yang masuk dalam seven wonders of the ancient world. Berikut adalah contoh pertanian rawa di Myanmar, di Rawa Inle.

Media tanam hidroponik dibuat dari rakit bambu yang ditutup dengan anyaman bambu, atau kadang cuma dilapisi batang enceng gondok yang ditata melintang terahadap rakit bambu, kemudian diatas anyaman bambu atau alas batang enceng tersebut diberi lumpur campur gambut yang subur dari busukan enceng gondok yang dikeruk dari dasar rawa, ditambah sedikit kapur untuk menetralkan Ph gambut. Rakit hidroponik ini diikat di tiang bambu yang ditancapkan di dasar rawa supaya tidak hanyut terbawa angin.

Hidroponik apung ini bisa dipasang di sekitar karamba atau branjang, daripada yang jaga karamba ngatuk jenuh gak ada kerjaan, waktu luang bisa dilakukan dengan bertani hidroponik, menyiangi gulma, mengikat sulur tomat, dll, sehingga lebih produktif, yaitu menjaga mengamankan karamba, panen ikan dan skalian panen sayuran dan kacang kacangan.

Tanaman yang di budidayakan di kebun apung ini antara lain tomat, kacang kapri, kacang buncis, kacang panjang, kacang gode, labu, berbagai macam sayuran seperti sawi, kangkung akar, bayam, kuban mliwis, kailan dan berbagai macam jenis species bunga potong.

Hasil pertanian hidroponik ini kualitasnya juga hampir sama dengan hasil pertanian darat. Dalam hal teknis, pertanian hidroponik ini kalau sudah berjalan akan lebih praktis daripada pertanian di darat didataran sekitar rawa, dimana problem dataran sekitar rawa adalah, kalau musim kering tanah bisa kerontang retak pecah, harus menyiram tanaman dan kalau musim hujan tergenang luapan rawa. Memang agak ribet pada awalnya, tapi kalau sudah berjalan dan establish akan lebih efisien, sementara pertanian di tanah dataran sekitar rawa, tiap taun akan mengalami 2 siklus yaitu; tergenang luapan rawapening atau banjir dan kekeringan karena susahnya membangun irigasi di dataran skitar rawa.

Memang ide bagus untuk PEMDA atau pihak pihak yang peduli dengan rawapening, dalam menyusun strategi pemberdayaan rawa pening. Namun sebelum dilaksanakan sebaiknya ditelaah terlebih dahulu sisi baik dan buruknya, kalau perlu dilakukan studi kelayakan.

Skilas perkiraan sisi baik dan sisi buruk dari system hydroponik ini, apabila jadi di aplikasikan di rawapening antara lain adalah:

sisi baik;
- peningkatan pendapatan untuk petani skitar rawa pening yang sawahnya sering tergenang luapan pada musim hujan
- pariwisata, seperti di Myanmar, bule-bule suka benget liat kebun apung rawa ini, berkeliaran kesana kemari naik prau, foto-foto hal yang unik tentang hidroponik rawa yang tidak ada di negaranya.
- memberi kesempatan kepada petani buruh yang tidak punya lahan, dapat lahan gratis di atas air tentunya
- pemanfaatan gambut tepat guna, gratis, melimpah, menghasilkan
- memberdayakan lahan pertanina pinggir rawapening yang selalu tergenang luapan rawa setiap musim hujan, yang kurang produktif menjadi menghasilkan, indah rapi dan tertata
- dll

Sisi buruknya antara lain;
- pencemaran pestisida di rawapening akan meningkat tentunya
- konflik dengan pencari ikan
- konflik tata ruang
- mempertinggi evaporasi?
- mempercepat pendangakalan?
- dll....... belum tau.... kalau tidak di studi kelayakan terlebih dahulu, ini baru skilas perkiraan. Piknik dulu lah ke ke Danau Inle, Myanmar untuk studi kelayakan.... bikin anggaran, trus piknik piyeeeeeee.....

Tapi yang jelas, sistim ini bisa diaplikasikan di rawapening, terlepas perhitungan baik atau buruknya terhadap kelangsungan manajemen rawa. Kalau ada 1 orang saja yang memulai dan sukses, pasti akan ditiru dan akan menjamur memenuhi pinggir rawapening, karena sekarang ini banyak sekali petani penggarap yang tidak punya lahan.

Gambar gambar; sistim hidroponik rawa atau kebun apung di Rawa Inle, Birma, eksotik banget, sexy indah menggoda turis untuk singgah disana untuk sekedar hilir mudik di rawa sambil foto-foto atau ikut manen tomat, sangat asri dan tertata rapi.